Marc Anthony – My Baby You

As I look into your eyes
I see all the reasons why
My life’s worth a thousand skies
You’re the simplest love I’ve known
And the purest one I’ll own
Know you’ll never be alone

Chorus:

My baby you
Are the reason I could fly
And cause of you
I don’t have to wonder why
Baby you
There’s no more just getting by
You’re the reason I feel so alive
Though these words I sing are true
They still fail to capture you
As mere words can only do
How do I explain that smile
And how it turns my world around
Keeping my feet on the ground

Repeat Chorus

I will soothe you if you fall
I’l be right there if you call
You’re my greatest love of all

Repeat Chorus

Ombak Cinta

Nun jauh ku renung
Pada yang ku rindu
Di awan yang berombak ku seru namamu

Di subuh ku menanti…kesabaran di sisi
Bergerak langkah ku ketepian
Agar jelas nyanyian ombak ….berlagu cinta
Kesampaian kah kelohan ku

Tinggi rendah ia memecah
Rentak jiwa ini …merintasi…senantiasa
Serpihan batu batu…dari hentaman ombak
Terukir bagai kata kata …aku dalam kegelisahan
Menanti kepulangan mu

Jiwa ku kini …
Bagai dalam kekosongan …
Ombak ombak cinta kian mendalam
Sejak bicara kita terbengkalai.…
Pemergian mu tanpa rela ku….

Adakah itu mahu mu?
Nyatakan segera…kerana
Ombak ombak cinta ini melemah kan tenaga zahir ku
Ku amat rindukan … bicara mu
Sesekali kau susuli lah diri ini…

Dengan sinar suria mencelah di awan
Ku dambakan kehadiran mu
Usah lah kau menyepi
Di segerakan kesukaran itu berlalu
Itu lah doaku untok mu
Kerna mu…ku senantiasa dahaga …
akan keindahan….nyata dan baqa’
Ingin ku bersama mu…
Meneliti…mengharungi…merenungi …merasai…
Ingin teramat…. ingin sesangat…
ombakan airmata…bagai arus
ingin benar….membasahi kekeringan hati… terkini

Namun bisa kah ombak ombak itu membadai hati mu…
meluangkan .. menjadi kenyataan….

Sayang Buatmu Seorang

sayang…
ku ingin pulang
ku ingin mendakap
ku ingin kau tahu
kaulah segalanya bagiku…..

sayang…
dunia ini memang fana
insan pula selalu terlupa
marilah sama bertahan
dengan semua cubaan
dengan segala anggapan
yang kekadang begitu kejam….

sayang…
kalau lah boleh kau mengapai bintang
kubiarkan kau ketawa riang
kalau lah boleh kau renang ke dasar lautan
kubiarkan kau lupa akan penderitaan….

sayang…
diriku tak sekuat mana
mungkin esok ku sampai ke sana
sebelum aku menutup mata
doa dan restuku hingga ke syurga….
kuberikan apa yang terdaya
walau tak sempurna yang di rasa
ku ajari apa yg ku tahu
agar hidupmu lebih baik dariku….

sayang…
kalau lah harta jadi ukuran
biarlah kita sedikit kurang
kalau boleh jadi pilihan
biarlah kau jadi insan beriman….

sayang…
ku tahu kau menanti
tapi ku mahu kau mengerti
ku tahu kau merindu
untuk bermanja denganku….

sayang….
kau kesayanganku
kau pengarang jantungku
kau permataku
tawamu… penghibur hatiku….

sayang…
aku akan pulang
hanya untuk mu… sayangku seorang.

SeNyuMaNMu..

Berdetik hatiku tika
senyuman penuh bermakna itu
kau hadiahkan buat diri
yang menumpang setitik kasih
di sudut hatimu ….

Senyuman yang penuh makna itu
bagai memberikan aku
sebuah semangat baru
bagi aku meneruskan
perjalanan hidupku ini
yang seakan hilang arah
kesan dari cinta yang lalu

Dengan penuh keikhlasan
kau lemparkan senyuman itu
ianya bagaikan madu dan racun
yang akhirnya aku menjadi mangsa
kepada sebuah senyuman
yang penuh dengan tanda tanya

Kini tiada lagi senyuman itu
kau telah pergi jauh dari hidupku
namun senyuman mu tetap
akan ku kenang
dan mungkinkah akan aku temui
senyuman yang seindah itu
yang datang hanya darimu….

kenapa….?dulu dan sekarang

kenapa bila kita bertemu dulu,
aku yang diam dan kau yang bercakap?
sebab aku malu padamu….

kenapa bila kita bercakap dulu,
pasti aku yang akhirnya membisu?
sebab aku ingin kau tahu aku akan sentiasa memenangi dirimu…

kenapa bila kita bergaduh dulu,
pasti aku yang akhirnya mengalah?
sebab aku begitu menyayangimu….

kenapa bila kita berjalan dulu,
aku yang ada di belakang dirimu?
sebab aku begitu takut kau hilang dari pandanganku…

kenapa bila kita berbual dalam tepon dulu,
aku akan suruh kau letak dulu?
sebab aku ingin pastikan kau selamat di situ…

kenapa bila aku luahkan cinta padamu dulu,
kau pula yang diam?
sebab kau tak sangka aku suka padamu….

kenapa bila aku ucap kata cinta padamu dulu,
kau pula yang membisu?
sebab kau sedang mengawal rasa gembiramu…

kenapa bila kita bertemu sekarang,
aku yang bercakap dan kau terdiam?
sebab kau begitu ingin mendengar suaraku selamanya…

kenapa bila kita bercakap sekarang
kita akan sama-sama terbisu?
sebab kita tak perlu lagi bercakap untuk nyatakan rasa cinta di hati…

kenapa bila kita bergaduh sekarang,
kita sama-sama minta maaf?
sebab kau dan aku tahu kita saling memahami dan bertolak ansur….

kenapa bila berjalan sekarang,
kau dan aku seiring sejalan?
sebab kita saling memerlukan….

kenapa bila berbual dalam tepon sekarang,
kita gilir-gilir amik turn letak tepon dulu?
sebab kau ingin aku selamat seperti juga dirimu….

kenapa bila aku luahkan cinta padamu sekarang,
kau tersenyum padaku,
sebab kau bahagia ada di sampingku…

kenapa bila aku ucap kata cinta padamu sekarang,
kau juga ucap yang sama padaku?
sebab kau tahu aku cinta padamu dan kau juga cinta padaku….

P/s : untuk mu sayang ..I Love U so much

Vagetoz – Betapa Aku Mencintaimu

Vagetoz – Betapa Aku Mencintaimu

betapa aku mencintaimu
dengan sepenuh hatiku
betapa aku menyayangimu
lebih dari yang kau tahu
syuuu…huuu..ooo..ooo

inginku bahagiakan dirimu
setiap saat bersamaku
seperti janjiku kepadamu
takkan pernah ku ingkari

aku kan slalu ada di dekatmu
aku kan slalu menemani harimu
kau harus tau betapa aku
mencintaimu…wow…

betapa aku mencintaimu
with everything inside of me…

Rahmat – kekasihku

Rahmat – kekasihku

Terjagaku sedari mimpi yang panjang
Melayang berkelana di langit terbuka
Menatap suci segala bidadari

Wajah berkaca perawanlah selamanya
Bersinar mata seumpama mutiara
Santun luhurnya tak tercela sesiapa
Di manakah dia…

Di sisi terlenalah setia
Dewi hatiku seri cinta
Ingin dikau kujadikan temanku
Dalam hidup yang kekal
Berpanjangan

Kepada-Mu Tuhan aku berserah
Kusujud… syukur padamu
Menemukan ku kekasih hati
Oh bidadari sanubariku

Oh kekasihku…
Oh kekasihku…
Oh kekasihku…